Sinyal 5G Sebarkan Corona Adalah Hoaks Terkonyol Pada 2020


November 16, 2020

Sinyal 5G sebarkan corona adalah kabar angin yang baru – baru ini berhembus di sosial media dan membuat gempar jagat dunia maya. Begitu banyak teori konspirasi mengungkapkan bahwasanya teknologi berupa jaringan pada telepon seluler versi 5G turut memberikan kontribusi pada tersebarnya virus Corona.

Sontak saja mendengar gosip ini maka para peneliti naik pitam dan emosi karena terdengar sangat konyol dan mencoreng reputasi dunia ilmu pengetahuan. Media sosial sedang viral oleh sebuah video berisikan banyak menara pemancar sinyal provider seluler terbakar secara sengaja pada wilayah Birmingham, Inggris berkat gosip itu.

Sinyal 5G Sebarkan Corona Adalah Hoaks Terkonyol Pada 2020

Anggapan yang berujar bahwa 5G turut menyebarkan virus corona kini terlanjur ramai pada laman Facebook, Instagram, maupun channel Youtube. Bahkan kebanyakan penyebar gosip yang belum diselidiki kebenarannya tersebut dilakukan oleh para influencer dengan jumlah pengikut ratusan ribu hingga jutaan orang.

Dari sudut pandang ilmu pengetahuan, sulit membayangkan bahwa pemancar gelombang radio bisa menjadi perantara berpindahnya corona. Virus bagaimanapun juga merupakan makhluk hidup, dan teknologi manusia pada saat ini belum mampu membuat perangkat yang dapat mentransfer fisik apapun lewat gelombang tertentu.

Entah mengapa, manusia suka sekali berimajinasi berlebihan dengan membuat serangkaian teori konspirasi demi mencari sensasi. Apalagi biasanya para pembuat onar ini melemparkan opini yang terlihat meyakinkan, namun ketika dicermati justru isinya omong kosong belaka.

Sinyal 5G Sebarkan Corona Merupakan Kebohongan Yang Keterlaluan

Cukup banyak populasinya penyebar rumor menggunakan ranah media sosial datang dari kalangan pencinta teori konspirasi atau minimal termasuk bagian dari komunitasnya. Bagaimana mungkin secara logika, bahwa teknologi 5G mampu menghantarkan mobilisasi virus khususnya corona?

Awal mulanya anggapan ini terlontarkan dari sebuah unggahan di laman Facebook sekitaran permulaan Februari 2020 atau akhir Januari. Saat itu, kasus corona perdana di Amerika Serikat baru saja bermunculan dalam jumlah yang masih terhitung sangat sedikit dan belum menciptakan kegemparan seperti sekarang.

Sinyal 5G Sebarkan Corona Merupakan Kebohongan Yang Keterlaluan

Jaringan 5G pertama di dunia bahkan umurnya masih sangat muda karena baru mulai diterapkan secara komersil awal 2019 silam. Itupun menjadi sebuah proyek raksasa di mana untuk mewujudkannya maka memerlukan kolaborasi dua perusahaan besar antara Samsung dari Korea Selatan dengan Amerika Serikat.

Maka dari itu, menganggap bahwa 5G mampu menjadi agen perantara sebaran virus corona sebetulnya merupakan tuduhan tidak berdasar. Kita bahkan belum mampu mengeksplorasi kemampuan 5G secara maksimal sehingga masih menyimpan sejumlah misteri yang mesti menjalani serangkaian penelitian intensif terlebih dahulu.

Penganut teori konspirasi pertama kalinya berujar bahwa 5G kemungkinan besar mampu menurunkan sistem imunitas tubuh pada manusia normal. Imbasnya, orang tersebut menjadi rentan terserang oleh berbagai macam sumber penyakit seperti bakteri ataupun virus yaitu salah satunya corona.

Menyebarkan Virus Menggunakan Bantuan Perangkat Teknologi

Sinyal 5G sebarkan corona merupakan teori di mana pencetusnya merasa bahwa virus dapat disebarkan menggunakan bantuan suatu perangkat teknologi muktahir. Aksi membakar sejumlah menara pemancar sinyal ponsel di Birmingham sampai saat ini masih belum diketahui pelakunya dan apa motifnya.

Namun karena tindakan tersebut merupakan sebuah kejahatan kriminal serius, maka pihak kepolisian segera membentuk satuan tim khusus untuk menyelidikinya. Bagaimanapun, ulah sang pelaku telah menyebabkan sejumlah kerugian bernilai miliaran dolar Amerika Serikat sehingga harus secepatnya diringkus sebelum bertindak lebih jauh.

Sinyal 5G Sebarkan Corona Menggunakan Bantuan Perangkat Teknologi

Kembali ke topik, sistem imunitas pada tubuh manusia dapat menurun oleh berbagai macam faktor sehingga terlalu luas untuk membahasnya. Kegiatan padat sehari – hari yang membuat kita rentan terkena stres saja dapat menjadi penyebab terbukanya celah sebagai pintu masuk virus seperti corona.

Namun ketika ingin menuduh 5G sebagai pelaku utama penyebaran virus corona, maka harus diadakan sejumlah penelitian lebih lanjut. Tanpa mengadakan riset menyeluruh, melemparkan statement seperti demikian adalah sebuah tindakan berbahaya karena dapat membuat kegaduhan dan meresahkan masyarakat.

Memang betul adanya bahwa dari dulu kita sering kali mendengar anggapan yang menyatakan tentang bahaya radiasi pada ponsel pribadi. Walaupun gelombang radio begitu kuat sehingga meningkatkan suhu sekitarnya, namun 5G termasuk lemah untuk menaikkan suhu tubuh manusia ke dalam tingkatan berbahaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related