Rusia Merancang Internet Sendiri Dalam Tahap Uji Coba


November 21, 2020

Rusia merancang internet sendiri sebagai sebuah rencana kemandirian pemerintah setempat terhadap masifnya dunia maya selama ini. Rusia saat ini dalam tahap uji coba sambil berharap bahwa nantinya mereka dapat mengontrol aktifitas penduduknya yang berselancar di jaringan internet.

Pemerintahan Rusia pun baru saja mengumumkan bahwa proses tersebut hingga sekarang telah memasuki tahap percobaan penyiaran sinyal internet. Dengan kata lain, mereka membuat lalu lintas alternatif yang berbeda jalurnya dengan jaringan internet secara global alias keseluruhan supaya lebih eksklusif.

Tidak dijelaskan seperti apakah mekanisme penguji cobaan tersebut karena pengumumannya terkesan tertutup dan sengaja dibuat singkat karena sifatnya confidential. Namun, Menteri Komunikasi berujar bahwasanya para pengguna internet kemungkinan besar hampir tidak akan menyadari adanya pergeseran gelombang.

Hasil dari seberapa besar tingkat keberhasilan percobaan itu telah tersampaikan langsung ke pemerintah yaitu Presiden Vladimir Putin sendiri. Sebagian besar pakar teknologi mengkhawatirkan keinginan beberapa negara yang mengingini kehendak untuk berpisah dengan jaringan internasional dan hidup mandiri.

Profesor Alan Woodward dari Universitas Surrey menyayangkan keputusan Rusia karena itu merupakan sebuah kemunduran atas kekompakan bangsa – bangsa. Jika membiarkan hal seperti ini terus terjadi, bukan tidak mungkin bahwasanya nanti akan tercipta perpecahan dalam dunia internet di seluruh penjuru bumi.

Rusia Merancang Internet Sendiri Terinspirasi Dari China

Awalnya inisiasi seperti itu pertama kali tercetus oleh negara China dan Iran, dan bahkan kini telah berjalan sekian lama tanpa adanya penolakan dari rakyat. Negara dengan ideologi otoriter serupa tertarik melihat pencapaian tersebut sehingga ingin mengikuti ‘jejak kesuksesan’ oleh kedua negara tersebut.

Dengan kata lain, apabila rencana Rusia merancang internet sendiri berhasil dicanangkan, warganya kemungkinan akan sengsara. Pasalnya, seluruh percakapan di internet akan termonitor oleh pihak berwenang sehingga jika dirasa menentang pemerintah, netizen bisa saja dipenjarakan.

Rusia Merancang Internet Sendiri Terinspirasi Dari China

Setiap pembicaraan maupun dialog yang terjadi pada dunia maya akan berubah total, karena kebebasan berpendapat gagal terjadi. Akibatnya, hak asasi manusia pada warga Rusia terancam dikebiri dan dibungkam paksa oleh pemerintah sehingga tidak dapat berkutik bahkan sekedar beraktifitas sebagai manusia biasa.

Ada juga anggapan bahwa Rusia terlalu paranoid terhadap hoaks baru – baru ini bahwa sinyal 5G sebarkan corona melalui gelombang pancarannya. Pendapat liar tersebut sama sekali tidak berlandaskan ilmiah dan mudah dipelintir sehingga beresiko menimbulkan kegaduhan sia – sia di antara netizen seluruh dunia.

Alasan paling tepat yaitu sudah pasti karena Rusia khawatir akan kebebasan peselancar dunia maya dalam mengakses informasi dari luar batasan wilayahnya. Negara pengemban ideologi terpusat seperti komunis tentunya tidak akan suka dengan gagasan freedom of speech karena bertentangan dengan nilai ajarannya.

Metode Kerja Internet Lokal Alias Domestik

Ketika Rusia merancang internet sendiri, itu tandanya jalur perpindahan data akan terjadi secara masif dalam lingkup lokal atau domestik. Dengan kata lain, setiap informasi akan terkontrol dengan baik dan tidak ada satupun yang terlewat oleh database pemerintah Rusia mencakup seluruh wilayahnya.

Bagi sudut pandang Putin, kebijakan ini bukanlah bertujuan untuk mengekang warganya dalam hal berselancar di internet sehari – hari. Justru sebaliknya, ia menyuarakan bahwa umat manusia pun harus berdaulat atas kegiatannya menggunakan internet yang biasanya dikenal dengan istilah Runet.

Metode Kerja Rusia Merancang Internet Sendiri

Runet adalah singkatan dari Russian Internet, sebuah kampanye hasil rancangan pemerintah dan pemrakarsa langsungnya adalah Vladimir Putin. Mekanisme internet selama ini mengandalkan sambungan kabel raksasa dari bawah laut yang terhubung kepada semacam terminal bagi segala bangsa.

Orang yang bekerja maupun berkecimpung pada profesi tersebut biasa menyebutnya sebagai nodus atau secara harafiah berarti simpul. Nodus merupakan titik perhubungan manakala suatu data melintas baik dari dalam maupun ke luar negeri dalam bentuk virtual.

Rusia berpendapat bahwa nodus tersebut harus mengalami pemblokiran, atau setidaknya menciptakan regulasi agar tidak digunakan semena – mena. Namun pemerintah tidak mungkin melakukannya sendirian, karena banyak peran provider berkontribusi atas terciptanya jaringan internet suatu negara.

Related posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related