Jaringan 5G Pertama di Dunia Hasil Kolaborasi Korsel dan AS


November 1, 2020

Jaringan 5G pertama di dunia ternyata merupakan hasil kerja sama yang cantik antara pihak Korea Selatan dan Amerika Serikat. Semester pertama tahun 2019 lalu kedua negara maju ini bersepakat untuk meresmikan layanan 5G pada jaringan komersil untuk pertama kalinya di seluruh penjuru dunia.

Mereka mengkalim bahwasanya pancaran gelombang 5G akan menjadi harapan baru bagi kemaslahatan umat manusia khususnya di bidang teknologi. Beberapa tahun dari sekarang, 5G akan saling bahu – membahu dengan ponsel cerdas sebagai salah satu perangkat penting dalam kehidupan kita sehari – hari.

Jaringan 5G Pertama di Dunia Hasil Kolaborasi Korsel dan AS

Adalah Samsung, yaitu perusahaan raksasa asal negeri ginseng ini yang memutuskan untuk menyematkan teknologi 5G pada tipe smartphone terbarunya. Model perdana penyandang fitur 5G ini memiliki nama Galaxy S10 5G yang rencana akan rilis pada Jumat, 5 April 2019, dan juru bicara Samsung optimis produk ini pasti laku keras.

Pasalnya, berdasarkan data di atas kertas maka akan kita temukan fakta bahwa ponsel besutan Samsung kali ini memiliki kecepatan luar biasa menakjubkan. Bayangkan saya, ia bisa mengakses jaringan internet hingga dua puluh kali lipat lebih cepat daripada ponsel serupa yang beredar di masa sekarang.

Bisa jadi, ini akan menjadi peristiwa bersejarah di mana industri smartphone akan mengalami lompatan jauh sekali lagi sepanjang kehadirannya di muka bumi. Seperti yang terlaporkan, kita sempat mengalami kejadian sama persis sekitaran tahun 2005 hingga 2010, di mana waktu itu Blackberry pertama kali diperkenalkan.

Jaringan 5G Pertama di Dunia Berguna Meminimalisir Angka Kecelakaan

Sejumlah negara baik itu maju maupun berkembang telah memutuskan untuk saling berkompetisi dalam rangka menemukan terobosan di bidang ilmu teknologi. Mereka ingin meraih gelar sebagai pelopor dalam menciptakan jaringan 5G pertama di dunia supaya manusia bisa memanfaatkan jaringan di saat pandemi.

Teknologi 5G nantinya juga bisa kita manfaatkan untuk melahirkan kemungkinan terciptanya kendaraan tanpa awak pengemudi alias auto – pilot. Meskipun saat ini belum sempurna, tapi hal tersebut membawa sebuah harapan baru untuk mengurangi angka kecelakaan di jalan raya.

Jaringan 5G Pertama di Dunia Berguna Meminimalisir Angka Kecelakaan

Pasalnya, manusia memiliki banyak faktor yang harus dipertimbangkan agar dapat mengemudi dalam kondisi prima sehingga meminimalisir terjadinya kecelakaan. Misalkan saja seperti waktu tidur yang cukup, stamina fit, kemampuan menganalisa situasi, pemikiran kritis, dan masih banyak lagi.

Sementara pada A.I atau kecerdasan buatan, segala hal tersebut dapat kita pangkas hingga nyaris menyentuh angka mencengangkan yaitu 90% lebih. A.I tidak butuh tidur, staminanya selalu terjaga, dan mampu mengalkulasikan keadaan sekitar dalam hitungan sepersekian detik.

Hanya saja, bukan berarti kita akan bebas dari tertimpa resiko kecelakaan, sebab robot sekalipun membutuhkan waktu khusus untuk maintenance. Jika perawatan berkala sering dihiraukan seperti kebiasaan pemilik mobil pada umumnya sekarang ini, maka niscaya angka kecelakaan tetap tinggi mengingat itu merupakan keteledoran manusianya sendiri yang meremehkan situasi.

Berkenalan Dengan Teknologi Muktahir Bernama 5G

Jaringan 5G pertama di dunia merupakan sebuah sambungan internet khusus sinyal seluler yang kini telah memasuki tahap pengembangan kelima kalinya. User ponsel cerdas memungkinkan untuk mengakses berbagai macam data jauh lebih singkat, lengkap beserta gangguan berupa PING yang cenderung sangat rendah.

Sinyal 5G juga berjanji akan menyediakan dukungan jangkauan seluas mungkin daripada pendahulunya yang bahkan masuk basement sudah menghilang entah ke mana. Bukan hanya itu, selain cakupan wilayah yang lebih luas, 5G juga mengklaim bahwa proses upload maupun download menjadi jauh lebih stabil.

Berkenalan Dengan Teknologi Muktahir Jaringan 5G Pertama di Dunia

Berkenalan dengan Ed Barton, yaitu beliau merupakan seorang pemimpin dari divisi analisa televisi serta hiburan dari lembaga bernama Ovum. Ia berujar bahwasanya nanti kita akan segera menyadari bahwa ada jarak yang terlampu lebar antara 4G menuju 5G sehingga pastinya konsumen akan puas sekali dengan performanya.

Buktinya adalah 5G mampu memindahkan data berukuran raksasa antar negara via jaringan internet tanpa mengalami kendala berarti. Dengan kata lain, sarana berkomunikasi kita yang mengandalkan koneksi internet nantinya akan semakin baik infrastrukturnya.

Jaringan 5G digadangkan nantinya akan membuat teknologi 4G terlihat ketinggalan zaman sepuluh tahun lebih tua daripada umur sebenarnya. Hal itu terjadi karena 5G sendiri secara general memiliki level 10 tingkat lebih tinggi daripada sang kakak yang memang sudah waktunya mengalami pembaharuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related