Evolusi Teknologi Jaringan Mulai Awal Kemunculan Hingga Sekarang


September 19, 2020

Evolusi teknologi jaringan semenjak pertama kali kemunculannya begitu mengagumkan, tiada seorangpun dapat menyangka perkembangannya maju pesat seperti sekarang. Apabila kaum Milenials terbiasa menggunakan gadget dari sejak masih balita, golongan baby boomers masih merasa bagaikan mimpi bisa melakukan video call.

Generasi baby boomer yaitu angkatan orang tua kita yang lahir kebanyakan setelah era perang dunia II berakhir. Kelompok masyarakat jenis ini sama sekali tidak familiar dengan penggunaan sebagian besar teknologi jaringan sepanjang masa mudanya.

Umat manusia kategori senior berusia 50 tahun ke atas dulunya tidak pernah membayangkan dunia akan terikat dengan jaringan internet. Jika menarik benang lebih jauh, mereka pun tidak memikirkan bahwa kebutuhan akan smartphone atau ponsel genggam akan jadi begitu krusial.

gramophone evolusi teknologi jaringan

Ayah serta ibu kita saat masih usia belia hidup tenteram tanpa melibatkan berbagai macam perangkat digital muluk-muluk tanda peradaban modern. Mau info terkini mengenai berita harian tinggal nyalakan radio atau menyisihkan uang saku membeli surat kabar berjadwal terbit 2x sehari.

Bagi penggila musik, mana ada ipod canggih besutan Apple atau mp3 player, sekarangpun keduanya sudah ketinggalan zaman pada 2020 sekarang. Gramophone adalah benda pemutar musik wajib bagi kaum elit menengah ke atas, akibat harganya mahal gila-gilaan bagi umat miskin melilit.

Evolusi Teknologi Jaringan Mempengaruhi Gaya Hidup Kaum Milenials

Berbanding terbalik 180 derajat dengan orangtuanya, kaum milenials justru sangat piawai mengutak-atik berbagai macam bentuk gadget kekinian tanpa kesulitan. Hal ini juga merupakan sebab akibat dari kebiasaan pasangan muda terlalu malas mendidik anak sehingga membungkamnya dengan tablet berisi game.

Jika kalian tidak percaya, silahkan perhatikan saja fenomena umum di masyarakat era persaingan global termasuk Indonesia, khususnya wilayah perkotaan. Ketika seorang bayi menangis, sang ibu segera menyodorkan ipad terisikan penuh shortcut game, baik offline maupun online.

Apabila anak rewel saat ibunya sedang arisan cantik di café bersama geng sosialitanya, coba tebak apa solusinya? Betul sekali, tinggal buka aplikasi Youtube Kids lalu masalah terselesaikan. Mudah, murah, ringkas, tapi beracun. Apa sebabnya?

anak kecanduan evolusi teknologi jaringan

Internet merupakan salah satu contoh penerapan teknologi jaringan berpotensi menimbulkan kecanduan akut mengikat erat bagi setiap pengguna aktif hariannya. Membiasakan ketergantungan pada gadget sebagai sarana penenang akan membuat si anak menjadi adiktif sampai merangsang efek sakaw ketika berusaha lepas darinya.

Zaman dulu kala, generasi kelahiran 90-an sudah kenyang menerima hukuman penjara kamar mandi, atau mogok uang jajan sebulan penuh. Bagaimana tahun 2020 saudara-saudara? Oh gampang, tinggal berhentikan jatah pembelian kuota atau matikan jaringan wifi rumah, pastilah anak langsung takluk dalam kendali orang tua.

Peningkatan Peradaban Manusia Menuju Industri 4.0

Generasi perdana yaitu pertama kali pengenalannya kita sebut istilah 1G merupakan model paling sederhana dari sebuah pemanfaatan teknologi jaringan. Pada peluncurannya di tahun 1997, sinyal paling muktahir adalah GPRS dengan keterbatasan penggunaan mencakup telepon nirkabel saja.

Setahun kemudian tepatnya pada era keruntuhan Orde Baru 1998, publik mulai mengenal layanan baru bernama SMS atau Short Message Service. Itulah tandanya kita memasuki era 2G, cukup puas atas speed connection mentok di 100 kbps namun GPRS telah beralih ke EDGE.

Mengawali abad 21 yaitu genap tahun 2000, akhirnya para insinyur memperkenalkan teknologi jaringan terbaru bernama 3G sebagai sebuah terobosan. Kemampuan 3G sangat membantu mendongkrak popularitas perusahaan Blackberry yang menduduki kursi ‘ponsel sejuta umat’ menggantikan Nokia asal Finlandia.

era 5G evolusi teknologi jaringan

Permulaan era 4G bertepatan dengan kehancuran Blackberry selama-lamanya, menjadi pelajaran bagi perusahaan sejenis untuk senantiasa beradaptasi terhadap kemajuan zaman. Semenjak 2009, 4G masih menjadi andalan masyarakat urban bahkan hingga detik ini sebab cukup banyak fitur muktahir tersemat padanya.

Five Generations alias 5G masih dalam tahap penelitian lebih lanjut sebab biaya infrastrukturnya terlalu besar untuk sementara ini. Isu beredar menyatakan, bahwasannya 5G memungkinkan pemindahan data menyentuh 1GB per second, sebuah hasil menakjubkan bagi seorang Bill Gates sekalipun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related